TINGKAT KEPUASAN PEJALAN KAKI TERHADAP TROTOAR JALAN DIPATI UKUR BANDUNG

Kamis, 19 November 2020 - 03:45
TINGKAT KEPUASAN PEJALAN KAKI TERHADAP TROTOAR JALAN
DIPATI UKUR BANDUNG
 
 
Ketua : Tri Widianti Natalia, ST.,MT.
Anggota : Tatik Rohmawati, S.IP.,M.Si.
 
 
Pertumbuhan sarana transportasi di Kota Bandung terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduknya. Untuk mengurangi kemacetan karena imbas dari transportasi tersebut, maka Kota Bandung mulai menggalakkan kegiatan berjalan kaki yang merupakan sarana transportasi mendasar dan dapat dilakukan bagi semua orang. Untuk mendorong kegiatan berjalan kaki, Pemerintah Kota Bandung mulai membenahi infrastruktur kota, salah satunya perbaikan jalur pejalan kaki (trotoar) dan pemeliharaan kelengkapan fasilitas pejalan kaki.
 
Trotoar Jalan Dipati Ukur menjadi salah satu jalan kolektor sekunder yang sudah mulai dibenahi, namun baru sebagian sisi selatan yang baru dibenahi, sedangkan sisi utara belum sama sekali dibenahi oleh Pemerintah. Trotoar Jalan Dipati Ukur memiliki peran yang sangat penting untuk menghubungkan berbagai fungsi bangunan. Terlebih di Jalan ini berdiri beberapa Perguruan Tinggi yang cukup besar.
 
Sedikit sekali jumlah pejalan kaki di Jalan Dipati Ukur (William, 2013), tentunya ini dikarenakan kurangnya fasilitas trotoar dalam memberikan nilai kenyamanan, keamanan, serta kemudahan bagi pejalan kaki. Hal ini mengindikasikan adanya perbedaan antara persepsi masyarakat dengan harapan pejalan kaki terhadap kualitas fasilitas trotoar Jalan Dipati Ukur. Adanya gap antara nilai persepsi masyarakat dengan harapan masyarakat terhadap elemen pembentuk trotoar Jalan Dipati Ukur, membuat penelitian ini penting untuk dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana tingkat kepuasan pejalan kaki berdasarkan perbandingan antara nilai persepsi dan harapan terhadap kualitas elemen – elemen pembentuk trotoar Jalan Dipati Ukur.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan penelitian deskriptif, yang menjelaskan tingkat kepuasan pejalan kaki terhadap kualitas elemen elemen trotoar  Jalan Dipati Ukur (sisi kiri dari Perempatan Simpang Dago sampai Pertigaan Jalan Singa Perbangsa).
 
Penelitian ini menggunakan metode Accidential Sampling dalam pemilihan responden, dengan jumlah 100 responden. Metode pengumpulan data utama dilakukan dengan metode intercept, dengan menggunakankuesioner dengan skala Semantic Differential Method (Nazir, 2009). Penelitian ini menggunakan skala 5 point (point 1 menunjukkan sangat buruk sampai point 5 yang menunjukkan sangat baik) untuk menilai unit analisis dari elemen – elemen pembentuk trotoar Jalan Dipati Ukur. Unit analisis dari elemen pembentuk trotoar diantaranya : kondisi fisik, keamanan, hardscape, softscape, kenyamanan, nilai estetis, ruang sosial, kualitas lingkungan dan Path Facilities / Amenities.
 
Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kepuasan pejalan kaki terhadap elemen pembentuk trotoar di Jalan Dipatiukur dinilai kurang atau cukup rendah. Hal ini karena nilai kriteria elemen pembentuk trotoar dinilai kurang baik (48%). Seperti elemen Hardscape yang berada pada rentang kriteria tidak baik. Kondisi fisik trotoar, faktor kenyamanan, estetika, dan path facilities/ amenities yang berada pada rentang kriteria kurang baik. Serta elemen softscape, faktor keamanan, ruang sosial, dan kualitas lingkungan yang berada pada rentang kriteria.